
Persib Bandung bersiap menghadapi tantangan di babak 16 besar AFC Champions League 2 2025 dengan menantang wakil Thailand, Ratchaburi FC. Menjelang fase gugur tersebut, pelatih Bojan Hodak berharap adanya fleksibilitas jadwal dari PSSI dan operator liga agar timnya dapat tampil optimal di dua kompetisi sekaligus. Padatnya agenda pertandingan dinilai berpotensi memengaruhi kesiapan tim, terutama karena Persib harus membagi fokus antara ajang Asia dan BRI Super League.
Dari sisi teknis, Bojan cukup percaya diri menatap lawan yang akan dihadapi. Pengalaman bertemu Ratchaburi FC pada laga pramusim sebelumnya memberi gambaran awal mengenai kekuatan calon lawan. Meski hasil laga uji coba tidak menjadi tolok ukur mutlak, pertandingan tersebut dinilai cukup membantu tim pelatih dalam memetakan gaya bermain dan kualitas Ratchaburi, sehingga Persib merasa memiliki peluang untuk bersaing secara seimbang.
Keuntungan lain yang dimiliki Persib adalah format kandang dan tandang, di mana laga penentuan akan dimainkan di Stadion GBLA. Faktor dukungan suporter dinilai sangat krusial, karena atmosfer stadion yang penuh diyakini dapat memberi tekanan besar bagi tim tamu. Kondisi ini membuat hasil undian dianggap cukup menguntungkan bagi Persib, sekaligus menambah optimisme untuk melangkah ke babak berikutnya.
Meski demikian, tantangan terbesar justru datang dari jadwal yang sangat padat. Dalam rentang waktu singkat, Persib harus melakoni laga tandang di Thailand, dilanjutkan pertandingan liga melawan Borneo FC, lalu kembali fokus ke laga kandang melawan Ratchaburi. Situasi ini mendorong harapan besar agar federasi dan operator liga memberikan dukungan nyata melalui penyesuaian jadwal. Dukungan tersebut dipandang penting jika Indonesia ingin wakilnya mampu bersaing dan melangkah lebih jauh di kompetisi level Asia.